Hati,
Kadang engkau diratapi,
Kadang dibiar sepi sendiri.
Hati,
Ku lihat rentak nadi,
Seakan hidup padahal ia mati,
Dilustrasi mimpi,
Ditelanjangi ilusi.
Sekian lama engkau terpendam,
Menggengam ribuan dendam,
Terluka dek ia semakin menghitam.
Hati,
Diri,
Nafsi,
Jasmani,
Ku lihat engkau bernyawa tapi engkau mati.
Tiada lagi reaksi,
Yang ada hanya imaginasi memanipulasi,
Diam tanpa sebarang informasi.
Hati mati,
Maka lenyaplah jiwa rohani,
Yang inginkan Ilahi,
Yang mencengkan hanyalah hedonisasi.
Duhai Ilahi,
Yang mati itu hati,
Yang bernyawa itu jasmani,
Namun aku mati dek hati yang mati,
💟 Originally from NAMS’00
Jangan tanya pada senja,
Bagaimana, kenapa, mengapa,
Jiwa tak diluah dengan kata,
Hanya pena bukti tulusnya rasa.
Monday, 16 December 2019
Wednesday, 25 September 2019
REALITY vs EXPECTATION?
"Do you sometimes feel like you don’t love your life? Like, deep inside, something is missing?"
That’s because we are living someone else’s life. We allowed other people to influence or determine our choices—we are trying to please their expectations.
You see, when you spend most of your time trying to be whatever everyone wants you to be, wearing all kind of masks and costumes based on the role you are expected to be playing, you begin to lose yourself. Because you become so obsessed with this idea of being loved and approved of by everyone.
That’s because we are living someone else’s life. We allowed other people to influence or determine our choices—we are trying to please their expectations.
You see, when you spend most of your time trying to be whatever everyone wants you to be, wearing all kind of masks and costumes based on the role you are expected to be playing, you begin to lose yourself. Because you become so obsessed with this idea of being loved and approved of by everyone.
Tuesday, 13 August 2019
The Night Falls
In a crowded room,
Full of people,
Sitting in the corner,
Feeling so empty.
Distancing myself from people.
As I am hoping to avoid that pain.
The tranquility of silent,
Always be my favorite.
People keep telling to be loud,
But do they know this silence is such a burden to be carried?
Talked to God.
Can I carry this?
Can I face the setbacks soon?
The feeling of anxious keep controlling and enqountering.
We're not too sensitive or over-acting
Whatever hurts us, then it really hurts.
Though of being strong,
Wishing that I could say that I can't hold on anymore.
This pain is very unbearable.
Full of people,
Sitting in the corner,
Feeling so empty.
Distancing myself from people.
As I am hoping to avoid that pain.
The tranquility of silent,
Always be my favorite.
People keep telling to be loud,
But do they know this silence is such a burden to be carried?
Talked to God.
Can I carry this?
Can I face the setbacks soon?
The feeling of anxious keep controlling and enqountering.
We're not too sensitive or over-acting
Whatever hurts us, then it really hurts.
Though of being strong,
Wishing that I could say that I can't hold on anymore.
This pain is very unbearable.
💟 Originally from NAMS’00
Monday, 15 April 2019
Hanya Sekeping Tanah
Dari hanya sekeping tanah
Dijadikan aku sebagai manusia
Sebaik-baik kejadian tuhan
Dari sana aku datang dari sana aku dikembalikan.
Dari tanah yang gersang dan kering
Kadang dihiasi dengan lopak-lopak mutiara
Aku menggelarkan ia ibu kandungku.
Lihatlah anggota tubuhku,
Aku berasal dari tanah itu.
Dari seluas tanah mendatar itulah,
Yang akan memamah tubuh berdosa
Yang akan menghimpit atma tidak bertuhan
Yang akan menemani sisa hidup menuju alam akhirat
Kini,
Tanah itu menghambatku
Tanah itu menjengah kehidupanku,
Tanah itu berlari-lari dalam mimpiku.
Bersedia membuka ruang untuk menerima hadirnya anak yang lama
hilang di pangkuan seorang ibu.
Mungkinkah tanah itu akan memeluk aku?
Hingga berselirat tulang rusukku,
Menghambur rasa rindu di dada.
Mungkin juga amarah terpendam selama aku hidup di dunia
Yang hanya tahu memijak tanah sedang alpa tanggungjawab sebenar.
Tanah itu,
Kuharapkan ia mampu bercahaya.
Menerangi baki-baki perjalananku bertemu Sang Penciptaku
Kerana pada saat itu hanya tanah tempat tinggalku.
Kerana pada saat itu hanya tanah ahli keluarga abadiku…
💟 Originally from NAMS’00
💟 Originally from NAMS’00
Thursday, 17 May 2018
Reformasi
Sesekali perjalanan ini,
Sungguh mengecewakan,
Kadang dibiar juga qalbi ini tersendu sendiri,
Bukan ini yang aku harapkan.
Menyedari seadanya,
Betapa tegaknya rahmatMu,
Namun jua tetap dipersoalkan,
Menyedari jua diri ini,
Yg sentiasa bermain dgn omongon kosong,
Ingin ku bangun dari kengerian mimpi,
Mahu berganjak ke hadapan berdiri,
Tapi situasi seolah mahu merasai lagi,
Tipu daya dunia yang sering menghantui.
Biarpun kesalan telah dirasai,
Namun diri x seperti yg dijanji,
Yang ditabur saat menginsafi,
Ada saja helah dan hedonisasi,
Betapa hina diri bergelar manusia ini.
Mahu cari dimana sinergi diri,
Seolah pupus dilapah nafsi,
Yang xpuas mencengkam qalbi,
Sehingga ianya seakan xmampu lagi diatasi.
Ampunilah diri ini wahai penciptaKu,
Dalam xsedar ku mempermainkan amanahMu,
Perjalanan ini menjadi persinggahan duniaku,
Jika kerapuhan harus ku korbankan,
Demi pengakhiran penuh kesempurnaan,
Perjalanan ini tetap aku teruskan.
💟 Originally from NAMS’00
Sungguh mengecewakan,
Kadang dibiar juga qalbi ini tersendu sendiri,
Bukan ini yang aku harapkan.
Menyedari seadanya,
Betapa tegaknya rahmatMu,
Namun jua tetap dipersoalkan,
Menyedari jua diri ini,
Yg sentiasa bermain dgn omongon kosong,
Ingin ku bangun dari kengerian mimpi,
Mahu berganjak ke hadapan berdiri,
Tapi situasi seolah mahu merasai lagi,
Tipu daya dunia yang sering menghantui.
Biarpun kesalan telah dirasai,
Namun diri x seperti yg dijanji,
Yang ditabur saat menginsafi,
Ada saja helah dan hedonisasi,
Betapa hina diri bergelar manusia ini.
Mahu cari dimana sinergi diri,
Seolah pupus dilapah nafsi,
Yang xpuas mencengkam qalbi,
Sehingga ianya seakan xmampu lagi diatasi.
Ampunilah diri ini wahai penciptaKu,
Dalam xsedar ku mempermainkan amanahMu,
Perjalanan ini menjadi persinggahan duniaku,
Jika kerapuhan harus ku korbankan,
Demi pengakhiran penuh kesempurnaan,
Perjalanan ini tetap aku teruskan.
💟 Originally from NAMS’00
Thursday, 28 December 2017
Dunia
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
Dunia ini,
Tempat aku berpisah dengan Tuhanku,
Tempat pertama aku bertemu dengan ibuku,
Dulu,
Aku pernah bertemu dengan Tuhanku di alam rahim,
Aku pernah berjanji denganNya,
Untuk menjadi seorang insan yang berguna,
Lahirku membawa tangisan,
Aku lahir mengepal sengenggam amanat.
Jari-jariku bersatu enggan berpisah.
Kini,
Masa berlalu dengan pantas,
Belum tutup mata sudah tertidur,
Belum siang lalu malam menjengah,
Dan genggaman itu terbuka bebas,
Atmaku meronta,
Mungkin terpedaya dengan pidana dunia.
Yang terisi dengan lakonan semata,
Kegersangan hati mula mengisi,
Kealpaan diri mula mengatasi,
Kerenah nafsu mula meninggi.
Lalu aku tunduk,
Mencari di mana genggamanku ?
Aku tak ingin menyalahkan sesiapa
Walau mungkin manusia suka memproletar sesama sendiri.
Beri aku masa,
Untuk sekian kali
Ku harap Engkau tidak jemu,
Karna dunia ini penuh misteri,
Yang menjadi igauanku di setiap kengerian mimpi.
Biarlah dunia menjadi bukti buat aku,
Biarlah dunia menjadi pemisah untuk aku,
Bila sampai saatnya semua ini akan terhenti.
Dan pada waktu itu ku harapkan semuanya tidak lagi menjadi satu misteri.....
💟 Originally from NAMS’00
Sunday, 28 May 2017
A Poem With Advice
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
As I walk through life,
I look at all I have done,
I had wandered aimlessly,
And wandered what I have become.
I have been through so much,
It is amazing I made it through,
The lessons I have learned,
I am shocked I pulled it through.
The times I wondered,
What life was all about,
The trials exprienced in life,
Can make all the good come out.
We try to make it day by day,
Remembering what we were taught,
Just remember some time to pray,
It is important,
We need it everyday.
Life can be short,
Unexpected at that,
We try to take its punches,
Just hoping it won't break our back.
Remember who you are,
Who you want to become,
Everything will fall into place,
When the times comes,
And the time can be short,
So dont't leave things undone.
Life can be exciting,
As we all have found out,
Eventful, even busy,
There is no time to be left out
Remember your families,
They are the only ones you've got,
To carry you in times of need,
They cannot be bought.
Remember they love you,
Either here or there,
They will always be with us,
Help for things to bear.
By; Remember
Subscribe to:
Posts (Atom)

