Hati,
Kadang engkau diratapi,
Kadang dibiar sepi sendiri.
Hati,
Ku lihat rentak nadi,
Seakan hidup padahal ia mati,
Dilustrasi mimpi,
Ditelanjangi ilusi.
Sekian lama engkau terpendam,
Menggengam ribuan dendam,
Terluka dek ia semakin menghitam.
Hati,
Diri,
Nafsi,
Jasmani,
Ku lihat engkau bernyawa tapi engkau mati.
Tiada lagi reaksi,
Yang ada hanya imaginasi memanipulasi,
Diam tanpa sebarang informasi.
Hati mati,
Maka lenyaplah jiwa rohani,
Yang inginkan Ilahi,
Yang mencengkan hanyalah hedonisasi.
Duhai Ilahi,
Yang mati itu hati,
Yang bernyawa itu jasmani,
Namun aku mati dek hati yang mati,
💟 Originally from NAMS’00